Kamis, 25 September 2008

Milo anjingku

Pada Tahun 1991 waktu RCTI masih menayangkan Kamen Rider (KBH) di suatu hari selasa sore, aku mendapat seekor anak anjing yang tiada berekor dan mungil, matanya belo, gogokannnya melengking dengan nada sangat tinggi dan berbulu Coklat seperti susu milo. Karena itu kuberi nama MILO. Secara garis keturunan anjing ini merupakan kawin campur antara pincer dan pom.

    Seperti kebanyakan anjing kecil (puppy), giginya mulai gatal sehingga banyak sendal, sepatu, dan barang-barang lain yang digigitnya. Sampai hancur, rusak, mama dan papa sampai marah karena kelakuan milo. Meskipun begitu kami sekeluarga menyayanginya. Satu hal yang paling dibenci Milo ialah diikat dan dikurung dalam kandang, hal ini akan membuat dia menjadi histeris terus menerus menggongong. Tahun demi tahun berlalu tapi tubuhnya tetap saja kecil, tidak bertambah besar maksimum tingginya cuma 20 cm. Tapi loncatannya bisa mencapai 1 meter, hebat bukan ?!

    Bila pagar pintu rumah Sudirman dibuka maka milo akan mencari kesempatan keluar karena di luar ada sekumpulan ayam dengan anak-anaknya yang masih kecil, dan milo suka untuk mengejar anak ayam, menggigitnya, dan mati deh anak ayamnya. Tapi kalau ketahuan sama saya, pasti saya pukul, buk, buk, bukl, kaing…kaing…kaing…. Dan milopun kabur menjauhiku. Tapi don't worry-lah karena sebentar lagi ia akan datang mendekati saya untuk meminta maaf !!!!

    Kepintaran milo yang paling menonjol dan paling patut dibanggakan ialah kemampuannya untuk menangkap tikus, tidak terhiting jumlah tikus yang sudah dibunuhnya di rumahku. Begitu tercium bau tikus, ia akan langsung mencarinya sampai dapat, bahkan sering kali mengacak-acak lemari didapur karena memang disitulah biasanya tikus bersembunyi. Sering kali yang ditangkapnya bikan tikus kecil yang cuma 5 cm tapi tikus yang badannya hampir setengah badan milo, tikus got. Dan untuk menangkap tikus sepeti itu milo harus berkelahi dulu dengan tikus itu, memamerkan gigi-giginya yang tajam, mencakar dan akhirnya mengigit tengkuk tikus, krek…… mati deh tikusnya. Lalu tikus itu digigit dan dibawa untuk terus di kuburnya, ih.. jijik melihatnya tapi itulah tanda kemenangan dan kebanggaannya.

    Soal makan, anjing satu ini tidak perlu repot karena apapun dimakannya bahkan rambutanpun dia suka asal diberi dagingnya aja jangan bijinya. Makan nasi, kue, apa juga mau tapi namanya anjing tentu yang paling disukainya ialah steak daging dong. Milo pernah memiliki teman anjing putih berambut pajang namanya Snowy tapi ngak kuat , belum 1 tahun sudah mati karena sakit. Lalu ada si Bronto, pincer asli , hitam coklat tapi nakal dan suka mencuri makanan naik ke meja makan, jadi dikasihin ke orang lain.

    Saya suka sama milo karena dia tau bahwa sayalah tuannya dia mengerti Proskuneo, kalau setiap kali saya pulang kerumah dan dia mendengar entah suara kaki, suara saya, atau suara mobil/motor, pasti deh dia lari untuk menyambut saya walaupun dia sedang tidur atau makan atau ngapain deh. Anjing yang baik .

    Suatu hari ketika kami pindah rumah ke Pasadena kira-kira tahun 98, Milo saya bawa tapi karena ada suatu keperluan maka saya menyimpang ke Apotik Victory tempat ceceku. Mungkin karena itu tempat dan lingkungan yang baru, ia mengendus-endus dan menandai lingkungan itu. Tapi dasar nakal, ia lari ke jalan raya dan hampir saja ia tertabrak oleh mobil accord hitam, tapi untunglah cuma kakinya yang terserempet. Sakit sekali dan milo shock sampai terkencing-kencing untunglah ada ceceku yang dokter, dicoba diobati, mau dijahit tapi milonya nga mau mau gigit, ngeri juga sih dan kasian banget. Tapi akhirnya cuma si balut diberi betadine. Pulang ke rumah milo diberi obat cina tita yao ching dan didoakan biar sembuh. Setelah beberapa minggu akhirnya kakinya sembuh bahkan pulih, bekas ke serempetnya tidak terlihat lagi.

    Di Pasadena ia mulai bersosialisasi dengan lingkungan, disinipun Milo bebas dan lepas. Tiap kali ada orang, motor, bahkan mobil yang lewat pasti selalu di gonggongi dan dikejar. Kebetulan waktu itu saya punya satu anjing kampung yang cukup besar , betina si Kattie namanya. Anjing ini ngak terlalu suka dengan milo, sampai suatu hari mereka ribut , gelut, wah rame si Milonya digigit, 3 gigitan lehernya berlubang diameter 1 cm darah kemana-mana, kasihan, udah hampir mau mati. Untungnya kita punya Tuhan yang bisa menyembuhkan, anjingpun Tuhan sembuhkan karena didoakan. Sembuh tapi awal-awal kepalanya rada-rada miring karena ada ototnya yang tertarik, tapi lama-lama baik lagi.

    Suatu hari milo dikawinkan dengan anjing pincer, berhasil, hamil tapi karena saya terlalu sibuk saya kurang memperhatikan milo, sampai ketika waktunya untuk melahirkan, ia ngak bisa melahirkan dengan normal maklum udah tua umurnya kira-kira 10 tahun kalau manusia mah udah mau nenek-nenek, air ketuban udah pecah untung Yayang segera bertindak dibawanya milo ke dokter anjing, di sesio cesar, ada 3 anak anjing tapi 2 sudah mati dan tinggal 1 yang hidup berwarna coklat juga dan kuberi nama dia MIKI. Miki waktu lahir kecil banget, cuma sepanjang telapak tangan saya. Malam pertama milo masih tidur terus karena pengaruh obat bius sehingga miki kecil nga bisa nyusu dan kedinginan. Miki kaing-kaing nangis laper kali sama dingin, lalu saya bawa dia tidur di kamar, dikasih minum susu bubuk, mau juga. Waktu milo udah mulai sadar, ia melihat miki, disangkanya itu tikus mau digigit tapi untung nga apa-apa. Setelah beberapa lama milo akhirnya mau menyusui miki, walaupun bekas jahitnya agak sakit. Dirawatnya miki, dijilat, dibersihin ee-nya. Waktu Dokter datang untuk membuka jahitannya Milo gonggongin dokternya dengan nada penuh kebencian.

    Miki tumbuh jadi anjing yang pintar, tapi belum bisa tangkap tikus , waktu saya married miki tetap tinggal di rumah mama tapi kadang dia maen ke rumah saya yang beda satu blok saja. Kalau saya pulang kerja pasti si miki ada di depan rumah nunggu , kaya milo bisa proskuneo juga. Istri saya cerita kalau saya udah kedengeran mobilnya pasti deh dia udah gelisah siap-siap menyambut saya. Tapi di tahun 2002 juga miki mati karena kelindes mobil tetangga sebrang mama waktu saya mau ke Jakarta sama istri . Sediiiiiih banget deh rasanya kehilangan si miki sampai nangis sesegukan di peluk sama istri, tapi terus di ketawain , katanya baru kali itu lihat saya nangis kaya anak kecil. Ya gimana soalnya sering yang temenin saya jalan-jalan di komplek kan si miki. Ya selamat jalan aja miki…..

    Di tahun 2002 Milo sekali lagi hamil dengan si Polar, anjing tetangga yang berwarna putih. Milo jadi gendut banget, susunya mulai nampak. Dan juga ketika waktunya, Milo di bawa ke dokter hewan, dia kembali di cesar. Saya memegang kaki atas milo, ih ngeri liat operasi, tapi ketika melihat hasilnya 4 ekor anak anjing, seneng deh. Sampai sekarang anak anjingnya udah cukup besar dan cukup ribut namanya Bubu, Caca, Mini, dan Midas(Miki bodas tapi ngak kaya miki, ini anjing kurang berani).

    Milo inilah anjingku mengalami banyak mujizat, sampai sekarangpun masih hidup, panjang umur banget kamu. Nga apa deh nanti kan mau jagai Ken , he he he …..!

    Ken udah lahir dan sempet maen sama anak-anak milo , Anak-anaknya malah hilang lebih dulu, bubu mati di banjaran, caca dicuri orang, midas di kasih ke orang lain. Tinggal mini yang diminta ama tetangga seberang dan udah punya tiga anak.

Tahun 2006 Milo mati ketabrak ama motor , tapi saya ga terlalu sedih udah rela karna udah tua juga. Good bye milo selamat menikmati surga para anjing ya….

Tidak ada komentar: