Senin, 01 Desember 2008

Perawatan rambur untuk si Kecil

1. Daging Lidah Buaya
Tanaman lidah buaya (Aloe vera) banyak tumbuh di daerah kering. Banyak mengandung enzim, vitamin, asam amino dan mineral yang bagus untuk kesehatan. Lidah buaya juga digunakan sebgai penyubur rambut.
- Belah lidah buaya, ambil bagian dagingnya.
- Oleskan langsung ke kulit kepala anak.
- Usapkan perlahan-lahan sekitar 15 menit dan diamkan sebentar jangan terlalu lama.
- Bilas dengan air bersih.

2. Daun Seledri
Daun seledri dipercaya dapat melebatkan rambut anak.
- Ambil beberapa batang daun seledri.
- Tumbuk atau remas-remas sampai keluar airnya.
- Tambahkan sedikit tetesan air bersih, agar sedikit mencair.
- Oleskan pada kulit kepala anak Anda.
- Diamkan kurang lebih satu jam, dan bilas.

3. Daun urang-aring
Urang aring adalah jenis tanaman liar. Biasanya tumbuh di pinggir-pinggir jalan, lapangan, bahkan selokan. Urang-aring masuk ke dalam tanaman obat, karena dapat menyembuhkan berbagai penyakit. Di dunia kecantikan, urang-aring dapat membuat rambut menjadi hitam, termasuk rambut anak.
- Ambil sejumput daun urang aring, bersihkan.
- Remas-remas sampai mengeluarkan cairan hijau pekat.
- Oleskan langsung ke rambut anak.
- Diamkan sekitar 2-3 jam, lalu bilas dengan air bersih

4. Minyak Kemiri
Tanaman kemiri banyak tersebar di daerah tropis. Daging kemiri mempunyai kadar gizi dan energi yang tinggi (terutama kadar minyaknya). Selain untuk penyedap masakan, kemiri juga dapat menghitamkan rambut.
- Ambil beberapa buah kemiri.
- Bakar sekitar 30 menit atau sampai menghitam. Supaya lebih mudah pada saat pembakaran, tusukkan pada tusuk sate.
- Tumbuk sampai mengeluarkan minyak.
- Oleskan langsung pada rambut.
- Diamkan beberapa jam, lalu bilas dengan air bersih.

Tips:
1. Perawatan sebaiknya dilakukan seminggu 3 kali.
2. Jika Si Kecil ingin tidur, sebaiknya diberi alas agar tidak mengotori bantalnya.
3. Jika perawatan yang menggunakan lidah buaya menimbulkan sedikit gatal pada, sebaiknya dihentikan dan dicoba perawatan lainnya yang lebih cocok di kulit kepala dia.
4. Perawatan dengan resep tradisional harus dilakukan dengan telaten.

Tidak ada komentar: